Renungan Kitab Suci hari Kamis, 21 Agustus 2014 : Undanglah setiap orang yang kalian jumpai ke pesta nikah ini

864 views

images 2

Yeh 36:23-28 | Mzm 51:12-15.18-19 | Mat 22:1-14

Undanglah setiap orang yang kalian jumpai ke pesta nikah ini

Pada suatu ketika Yesus berbicara kepada para imam kepala dan pemuka rakyat dengan memakai perumpamaan. Ia bersabda, “Hal kerajaan surga itu seumpama seorang raja yang mengadakan perjamuan nikah untuk anaknya. Ia menyuruh hamba – hambanya memanggil orang – orang yang telah diundang ke perjamuan nikah itu tetapi mereka tidak mau datang. Raja itu menyuruh pula hamba – hamba lain dengan pesan, ‘ katakanlah kepada para undangan : hidanganku sudah kusediakan, lembu – lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih. Semuanya telah tersedia. Datanglah ke perjamuan nikah ini.’ Tetapi para undangan itu tidak mengindahkannya. Ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya, dan yang lain menangkap para hamba itu, menyiksa dan membunuhnya. Maka murkalah raja itu. Ia lalu menyuruh pasukannya kesana untuk membinasakan pembunuh – pembunuh itu dan membakar kota mereka. Kemudian ia berkata kepada para hamba, ‘ perjamuan nikah telah tersedia, tetapi yang diundang tidak layak untuk itu. Sebab itu pergilah ke persimpangan – persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kalian jumpai disana ke perjamuan nikah ini. Maka pergilah para hamba dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan – jalan, orang jahat dan orang – orang baik , sehingga penuhlah ruangan perjamuan nikah itu dengan tamu… (…)

—ooOoo—

Perjamuan pesta adalah kesempatan orang bersukaria, karena disana para sahabat dan kenalan berkumpul kembali sebagai satu keluarga. Kita menerima dan menjawabi undangan untuk bergembira. Singkatnya, yang ada hanyalah rasa bahagia dalam kebersamaan. Akan tetapi hadir secara fisik saja tidak cukup. Yang terpenting adalah niat baik dan semangat yang menggerakkan hati kita untuk datan ke perjamuan persatuan dan persaudaraan. Oleh karena itu, pesta merupakan suatu peristiwa yang berarti, kesempatan untuk saling berbagi suka duka. Didalam kebersamaan yang akrab, segala jerih payah, duka dan derita menjadi sirna.

Yesus sering melukiskan kerajaan surga sebagai perjamuan nikah. Kiasan ini mengungkapkan sisi kegembiraan , kebersamaan, keakraban dan damai sejahtera dalam kerajaan surga. Semua sudah tersedia, tapi tak seorang pun dari undangan yang hadir. Ini tidak berarti bahwa mereka yang diundang itu tidak peduli atau tidak suka. Mereka mempunyai urusan yang menurut mereka lebih penting dan mendesak. Dalam pandangan mereka, perjamuan sang raja itu bisa ditunda. Yesus menegaskan bahawa Kerajaan surga harus menjadi prioritas dalam kehidupan kita. Sayangnya bahwa kebanyakan dari kita lebih sibuk dengan urusan duniawi daripada hadir untuk mendengarkan Firman Tuhan dan mengambil bagian dalam perjamuan Tuhan. (ThK)

  1. Apa skala prioritas anda dalam hidupmu ?
  2. Sejauh mana anda serius menanggapi undangan Tuhan untuk masuk ke perjamuanNya ?

Disalin dari buku Berjalan Bersama SANG SABDA, Refleksi Harian Kitab Suci 2014 –Provinsi SVD Jawa

Renungan Kitab Suci hari ini

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan