Renungan Kitab Suci hari SElasa, 19 Agustus 2014 : Lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.

1151 views

unta-masuk-lubang-jarum-300x224

 

Yeh. 28:1-10; Ul 32:26-27ab,27cd-28,30,35cd-36ab; Mat. 19:23-30

Lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Yesus bersabda kepada murid-muridNya: “Aku berkata kepadamu: Sungguh, sukar sekali bagi orang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga. Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?” Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.”

Lalu Petrus berkata kepada Yesus: “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?” Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaanNya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. Dan setiap orang yang karena namaKu meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”

— oOo —

Yesus berkata, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya, sukar sekali bagi orang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga. Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Surga” (Mat 19:23-24). Melalui penyataan ini apakah Yesus sengaja hendak menghantam orang-orang kaya? Apakah memang Yesus tidak menghendaki seseorang mempunyai banyak harta? Apakah semua orang yang mengikutiNya harus hidup miskin dan melarat? Bukankah Yesus malahan datang ke rumah Zakheus, seorang pemungut cukai yang kaya raya, dan bahkan datang ke rumahnya (Luk 19:1-10)? Bukankah Yesus juga mengizinkan beberapa perempuan seperti Maria dari Magdala, Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, dan Susana untuk melayani rombongan Yesus dengan kekayaan mereka (Luk 8:2-3)?

Yesus bukanlah seorang yang antipati terhadap orang-orang kaya. Dengan penyataan di atas, Yesus hanya mengingatkan: Pertama, agar setiap orang yang berkelimpahan harta benda berani menggunakannya dengan penuh syukur, dan siap sedia berbagi kasih dengan mereka yang berkekurangan. Kedua, janganlah kekayaan itu menjadi tumpuan hidup, sebagaimana yang dilakukan orang muda dalam Injil hari ini, bahwasanya dia tidak membunuh, tidak berzinah, tidak mencuri, tidak mengucapkan saksi dusta, dan malah mampu menghormati ayah dan ibu, dan mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri (ay. 18-19), hanya sebatas adanya harta yang dimilikinya. Dia tidak siap menghadapi kenyataan hidup, bahkan untuk beroleh hidup yang kekal, ketika Yesus meminta dia menjual segala yang dimilikinya dan mengikutiNya. Harta benda yang dimiliki menghalangi dirinya untuk mendapatkan rahmat Allah yang lebih besar lagi.

Kekayaan adalah anugerah Allah yang perlu disyukuri, dan berkat anugerah itu kita malah diundang untuk menjadi berkat bagi sesama. Keberanian seseorang berbagi berkat dengan sesama, akan mendatangkan hujan rahmat yang semakin melimpah bagi dirinya (bdk. Ams 11:25). Zakheus adalah contohnya. Semula ia hanya ingin memberikan sedikit waktu untuk melihat rupa Yesus. Ternyata, ia malah mendapatkan ganjaran berkat yang melimpah. Yesus sendiri berkenan tinggal di rumahnya. [Gunawan]

Sumber: Renungan Harian Bercitarasa Katolik cafe rohani bulan Agustus 2014

Renungan Kitab Suci hari ini

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan