Renungan Kitab Suci hari Sabtu, 16 Agustus 2014 : Yesus meletakkan tanganNya atas anak-anak kecil dan mendoakan mereka

2113 views

download (2)

 

Yeh 18:1-10;13b.30-32; Mzm 51:12-15.18-19; Mat 19:13-15

Yesus meletakkan tanganNya atas anak-anak kecil dan mendoakan mereka.

Sekali peristiwa, orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tanganNya atas mereka dan mendoakan mereka; akan tetapi murid-muridNya memarahi orang-orang itu. Tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepadaKu; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.” Lalu Ia meletakkan tanganNya atas mereka dan kemudian Ia berangkat dari situ.

— oOo —

Belakangan ini di media massa banyak disajikan berita-berita tentang kekerasan terhadap anak-anak. Mulai dari penganiayaan di panti asuhan, penjualan anak, penculikan, kekerasan fisik, serta pelecehan seksual.

Memang sangat miris, mendengar berita-berita tersebut apalagi mengetahui bahwa para pelakunya adalah orang-orang yang notabene keluarga (ayah, ibu, saudara-i) dari korban. Alih-alih menjadi teladan dan panutan, orang-orang yang menjadi pelakunya malah merusak serta menghancurkan masa depan anak-anak itu. Padahal, kepada merekalah seharusnya anak-anak bergantung untuk mendapatkan kasih sayang dan rasa aman; kepada merekalah anak-anak harus meminta petunjuk dan arahan. Sayang, tidak demikian kenyataannya. Anak tak lagi tenang berada di samping ayah, ibu dan saudara-saudarinya sebab ia sudah menjadi korban.

Hari ini Yesus memberkati anak-anak. Sungguh menarik bahwa perikop ini ditempatkan setelah perikop tentang perceraian yang kita dengar dalam Injil kemarin (Mat 19:3-12). Tampaknya, Yesus hendak menunjukkan keterkaitan antara dua perikop ini. Selain tak sejalan dengan kehendak Allah, perceraikan sering menjadi penyebab utama kekerasan dan penderitaan pada anak-anak. Perceraian membuat anak-anak kehilangan pegangan dan tempat bergantung. Mereka kehilangan figur ayah atau ibu yang sangat didambakan.

Sungguh suatu tindakan yang penuh kasih, bahwa Yesus memberkati dan mendoakan anak-anak yang datang kepadaNya. Yesus tahu betul bahwa anak-anak membutuhkan kasih sayang dan perlindungan. Mereka adalah anugerah Allah yang mengagumkan, bahkan Yesus sendiri menyatakan bahwa mereka adalah pewaris kerajaan, juga mereka yang menjadi korban perceraian dan kejahatan. Tindakan Yesus hendak menegaskan bahwa anak-anak mempunyai hak yang sama dengan kaum dewasa mana pun.

Perceraian sesungguhnya adalah sebuah kejahatan, karena perceraian telah menghalang-halangi anak-anak untuk mendapatkan kasih sayang dan keadilan dari kedua orangtuanya. Karena itu, setiap rumah tangga, khususnya para orangtua, suami isteri, perlu menjaga keutuhan. Anak-anak harus diberi perhatian sebab mereka adalah masa depan keluarga dan Gereja. Lebih dari itu, anak-anak adalah titipan Tuhan. [Rosari]

Sumber: Renungan Harian Bercitarasa Katolik cafe rohani bulan Agustus 2014

Renungan Kitab Suci hari ini

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan