Renungan Kitab Suci hari Rabu, 13 Agustus 2014 : Jika saudaramu yang berbuat dosa mendengarkan teguranmu, engkau telah mendapatnya kembali.

953 views

images (1)

Yeh 9:1-7; 10:18-22; Mzm 113:1-2,3-4,5-6; Mat 18:15-20

Jika saudaramu yang berbuat dosa mendengarkan teguranmu, engkau telah mendapatnya kembali.

Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-muridNya, “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga. Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh BapaKu yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam NamaKu, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

— oOo —

Di desa tempat kami melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) listrik padam. Terpaksa kami pakai lampu minyak namun nyala api terlalu besar. Akibatnya, jelaga memenuhi kamar tempat kami tidur sekamar berdua. Saat bangun saya lihat seluruh wajah temanku hitam tertutup jelaga, kecuali di sekitar lobang hidung. “Kamu seperti badut,” kataku kepada temanku. “Kamu sendiri yang seprti badut!” sahutnya.

Setelah bercermin bersama memang kami berdua sama-sama seperti badut! Kami mengakuinya. Dalam kenyataan, tidak setiap orang segera dapat menerima kebenaran ketika dirinya ditegur. Sering malah melemparkannya pada si penegur atau malah marah. Banyak orang tidak berani menegur karena takut menanggung konflik atau risiko yang menyakitkan. Namun, bila konflik itu kita olah dengan baik bisa menjadi sarana bercermin. Kita akan sama-sama dapat saling mengenal dan menerima diri dan sesama. Karena itu, bila kita hendak mengembangkan persaudaraan atau persahabatan, kita harus berani membuat pilihan yang sulit dan mengambil risiko. Persaudaraan, persahabatan dan ikatan apa pun akan dangkal bila di dalamnya ada rasa takut akan konflik akibat dari tindakan menegur atau menyatakan kebenaran.

Yesus mengajak kita agar cukup peduli dan penuh kasih dalam menyatakan kebenaran. Memang jauh lebih mudah bagi kita untuk tetap diam ketika orang lain di sekitar kita berlaku tidak benar. Sikap ini bertentangan dengan semangat kasih. Sering kita tahu apa yang perlu dikatakan kepada seseorang, tetapi rasa takut menghalanginya. Banyak komunitas, keluarga, persekutuan dirusak oleh rasa takut semacam itu. Bila tidak ada seorang pun yang berani berbicara terus terang di dalam komunitas, keluarga atau kelompok pada waktu seorang anggota berantakan dan situasi semacam ini dibiarkan, maka akan menimbulkan gosip yang tidak sehat dan merusak. Bahkan membuat banyak orang frustasi dan apatis.

Yesus meminta untuk menyatakan hal-hal yang benar walau harus dengan menegur namun melalui berbagai cara disampaikan dengan penuh kasih. Kasih tidak takut akan konflik, karena bila konflik ditangani dengan benar dan dalam kasih, kita seperti sedang bercermin bersama-sama. Kita akan semakin akrab satu sama lain. [Sr. Bernadetta]

Sumber: Renungan Harian Bercitarasa Katolik cafe rohani bulan Agustus 2014

Renungan Kitab Suci hari ini

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan