Renungan Kitab Suci hari Kamis, 07 Agustus 2014: Kehendak Bapa

1705 views
Kasih-YESUS-Tidak-Pernah-Berhenti
Pekan Biasa XVIII; Yer 31:31-34; Mzm 51; Mat 16:13-23
Dalam perjalanan hidupnya, manusia belajar membedakan mana yang benar dan salah. Manusia juga dipanggil untuk melakukan apa yang baik dan benar sesuai kehendak Tuhan. Semua itu karena Tuhan telah menaruh hukum-Nya dalam batin setiap manusia (Yer 31:33). Ia menuliskannya dalam hati manusia se hingga manusia mengenal Tuhan. Inilah awal perjanjian baru yang diadakan Allah dengan umat Israel. Di kemudian hari, Yesus memperbaruinya kepada seluruh umat manusia.
Yesus datang ke dunia sebagai Mesias, Anak Allah yang hidup (Mat 16:16). Petrus mendapat karunia untuk mengenali siapa sesungguhnya Yesus. Allah Bapa telah menyatakan hal itu kepada Petrus supaya ia dapat menjadi dasar berdirinya Gereja. Meski pada awalnya Petrus kurang siap dan takut kehilangan Yesus, namun ia di tegur oleh Yesus supaya tidak jatuh dalam ketakutan semu dari iblis. Yesus menginginkan Petrus berani menjadi batu karang yang teguh membangun Kerajaan Allah sesuai kehendak Bapa.
Kita pun seperti Petrus, kadang kita takut tampil sendiri untuk mewartakan Injil. Padahal, kita sudah memiliki cukup bekal yaitu hukum Tuhan yang tertulis di hati kita. Kita dipanggil untuk mewartakan Kerajaan Allah dan membawa lebih banyak orang kepada keselamatan meski sendirian. Percayalah, dengan pertolongan Roh Kudus, kita dapat bersaksi dengan berani melalui cara hidup kita. Asalkan kita selalu menyediakan diri untuk mendengarkan kehendak Bapa.
Theresia Vita Prodeita

Bacaan Injil Renungan Kitab Suci hari ini

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    1. author
      Indri Prasetyo (Penulis)6 tahun agoBalas

      Renungan Pagi yang akan selalu menguatkan iman kita dari hari kehari, sehingga kita yakin dan percaya akan penyelenggaraan Ilahi melalui Roh Kudus di dalam hidup kita, Tuhan Memberkati.

    Tinggalkan pesan