Modul Seni Musik

12365 views

MODUL SENI BUDAYA

BAB I

SENI MUSIK

 

Seni adalah segala ungkapan jiwa baik cipta rasa dan karsa yang diungkapkan melalui suatu media dan tidak bertentangan dengan norma-norma yang berlaku.

Seni Musik adalah ungkapan jiwa baik cipta rasa dan karsa yang diungkapkan melalui suatu media musik.

JENIS-JENIS MUSIK

Musik Tradisional adalah Musik yang berkembang didaerah sekitar musik itu berasal.

Musik Klasik adalah Musik yang berasal dari eropa dan berkembang secara universal dan memiliki standar estetika. Musik ini didominasi oleh instrument gesek dan tiup serta lebih menonjolkan melodi dan harmoni, bukan pada beat (hentakan,ketukan).

Musik Modern adalah musik yang terbaru setelah jaman klasik sampai masa sekarang ini.

 

MEDIA SENI MUSIK

MEDIA DASAR SENI MUSIK

  1. Timbre adalah warna bunyi yang dihasilkan dari tiap-tiap instrument musik yang digunakan. Dalam hal ini suara manusia dianggap termasuk instrument musik.
  2. Ritme adalah komposisi durasi atau pola panjang pendeknya bunyi dari rangkaian nada-nada, yang membentuk melodi.
  3. Nada adalah besarnya frekuensi atau tinggi rendahnya bunyi instrument musik yang dimainkan/dinyanyikan.

 

ALAT atau INSTRUMEN

Menurut sumber bunyinya, instrument musik dibagi menjadi 5 (lima) kelompok antara lain :

  1. Idiofon adalah Jenis instrument musik yang sumber bunyinya berasal dari getaran tubuh bagian inti instrument itu sendiri. Cara memainkannya dipukul. Contohnya : saron  gender, bonang, gong, kolintang, dsb.
  2. Membranofon adalah jenis instrument musik yang sumber bunyinya berasal dari selaput atau membrane yang terdapat pada instrument tersebut.Cara memainknya dipukul dengan tangan atau alat pemukul. Contohnya : kendang, bongo, tom-tom, conga, rebana, timpa, dsb.
  3. Kordofon adalah Jenis instrument musik yang sumber bunyinya berasal dari dawai/senar. Contohnya (yang dipetik): harpa, lute, mandolin, gitar, ukulele, banjo, siter, sasando, (yang digesek) Violin, Viola, rebab, kontra bass, (yang dipukul secara mekanik) piano.
  4. Aerofon  adalah Jenis instrument musik yang sumber bunyinya berasal dari getaran udara dalam tabung. Cara memainkannya ditiup. Contohnya : recorder, flute, terompet, horn, trombone, clarinet, saxofon, oboe, harmonica, pianika, akordeon, dsb.
  5. Elektrofon adalah Jenis alat musik yang sumber bunyinya berasal dari sinyal hasil osilasi(getaran) sirkuit elektronik. Contoh : Organ, Elektone, dan sejenisnya.

SUARA MANUSIA

Suara manusia termasuk media seni musik, terutama jika musik tersebut menggunakan lirik atau syair. Suara manusia menurut warna bunyi dan wilayah nadanya dikelompokkan menjadi 6 (enam) jenis antara lain

SOPRAN : Suara tinggi wanita, dari C1 hingga A2
MEZO SOPRAN : Suara sedang wanita, dari A hingga F2
ALTO : Suara rendah wanita, dari F hingga D2
 
TENOR : Suara tinggi pria, dari C hingga A1
BARITON : Suara sedang pria, dari A hingga F1
BAS : Suara rendah pria, dari F hingga D1

Berikut ini adalah unsur-unsur yang menjadi dasar terbentuknya wujud karya seni musik.

Ritme adalah panjang pendeknya bunyi atau diam dari serangkaian not atau tanda diam yang dihitung dengan pulsa/ketukan. Pulsa adalah ketukan yang teratur dan berulang-ulang. Not adalah notasi yang melambangkan bunyi. Tanda diam adalah notasi yang melambangkan diam. Lamanya bunyi atau diam yang dihitung dengan ketukan disebut durasi.

 

Berikut di bawah ini nama not dan tanda diam berdasarkan bentuk dan nilainya.

 

Bentuk Not
Bentuk Tanda Diam
Nama 1 1/2 1/4 1/8 1/16
Dibaca Penuh Perdua Perempat Perdelapan Perenambelas
Nilai 4 Ketuk 2 Ketuk 1 Ketuk ½ ketuk ¼ ketuk

 

NOT BERTITIK

 

Titik dibelakang not menambah nilai. Besar nilai itu setengah dari nilai not di depannya.

Contoh :

 

 

 

2 k     +     1 k         =    3 Ketuk

 

Tanda diam dapat digabung

 

Contoh :

 

 

 

 

1 k     +   1/2 k      =    1 ½ Ketuk

 

BIRAMA

Birama adalah ayunan yang teratur dari kelompok-kelompok ketukan dalam suatu lagu. Ketukan terkuat dari setiap kelompok menjadi ketukan pertama. Birama dikelompokkan menjadi birama dua, tiga, empat dan enam.

 

Birama 2/4 berarti dalam setiap bar berisi dua ketuk dan satu baris berisi empat bar

Contoh :

 

5  6    6  7    4  5 6    234   561

 

 

 

 

 

 

 

NADA dan NOT

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

NADA POKOK dan KROMATIK

 

Nada Pokok adalah nada/not asli yang belum dikenai tanda kromatik. Ada 3 tanda kromatik.

= Kreis ; untuk menaikkan not setengah nada
= Mol ; untuk menurunkan not setengah nada
= Pugar ; Untuk mengembalikan not yang telah di kreis atau di mol ke not asal.

 

 

 

 

 

 

Baca : 1 1 2 2 3 3 4 5 5 6 6    7 7
Nada : di ri mi fi sel li    si

 

 

 

 

Baca : 1 2 2 3 4 4 5 5 6 6 7   i
Nada : do ra re ma fa sal sol le la sa do

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1 1 1/2 1 1 1 1/2

 

 

Instrumen musik yang menggunakan system papan nada demikian disebut keyboard. Misalnya : organ, piano, melodeon, xylophone, dan sebagainya. Not/nada yang sama tapi menggunakan nama yang berbeda disebut enharmonic.

TANGGA NADA

Tangga nada adalah system susunan nada dengan pola tertentu. Tangga nada yang menggunakan tujuh nada dinamakan diatonis, sedangkan tangga nada yang menggunakan lima nada.

Tangga nada diatonis dibedakan menjadi 2 yaitu Mayor dan Minor

  1. Tangga nada Mayor menggunakan pola :

 

c          d          e         f          g         a        b          c1

do         re          mi         fa         sol         la         si           do 

1            2           3           4           5           6           7            i

 

1             1           ½        1           1            1          ½

 

  1. Tangga nada Minor terbagi menjadi 3 yaitu :

 

    1. Tangga nada Minor Asli / asal dengan pola :

 

a         b         c1       d1        e1         f1         g1        a2

la         si           do        re         mi         fa         sol          la

6          7            i        2           3            4            5           6

 

1          ½        1             1           ½        1           1

 

 

    1. Tangga nada Minor Harmonis dengan pola :

 

a        b         c1       d1         e1         f1       gis1        a1

la        si           do        re          mi         fa         sel          la

6         7            i         2           3          4            5           6

 

1          ½        1             1         ½       1½          ½

 

 

    1. Tangga nada Minor Melodis dengan pola :

 

Naik

a        b         c1       d1        e1        fis1       gis1      a1

la        si           do        re          mi         fa         sol          la

6         7            i        2            3            4           5           6

 

1          ½        1             1         1          1          ½

 

Turun

a         g            f        e            d            c           b           a

 

1           ½       1           1           1         1          ½

 

 

Sangat perlu diperhatikan adalah Jarak Nada, karena dalam merubah ke dalam nada kromatik ( kreis dan mol )jarak tersebut tidak pernah berubah.

 

Cara Mengkromatis Tangga Nada Berdasarkan Nada Dasar.

 

Tangga Nada MAYOR

Dalam tangga nada Mayor jika akan di kreis (     ) maka polanya adalah nada ke lima (sol) dijadikan nada dasar/pertama (do) dan nada ke tujuh ( si ) dinaikkan setengah nada sedangkan untuk jarak nada yaitu  mengikuti jarak nada pada tangga nada yang digunakan. Jika menggunakan tangga nada Mayor maka menggunakan jarak nada pada tangga nada mayor natural / asli. Jika menggunakan tangga nada minor, maka mmenggunakan jarak nada  pada tangga nada minor.

Berikut nada yang di kreiskan.

 

Nada Natural / Alami / dasar adalah Do = C

c            d           e            f           g           a           b           c

do         re          mi         fa         sol         la         si           do 

1            2           3           4           5           6           7            i

 

1             1           ½        1           1            1          ½

 

1      maka Do = G, berikut ini polanya

g            a            b            c’           d’            e’         fis’          g’’

do         re          mi          fa           sol           la          si           do 

1            2            3            4             5             6           7             i

 

1             1           ½           1             1             1           ½

 

Berikut tabel Tangga nada MAYOR yang di kromatik menggunakan Kreis (       ).

 

Nada Natural c d e f g a b c’
1 2 3 4 5 6 7 1
do re mi fa sol la si do
1 kreis  (       ) g a b c d e fis’ g”
2 kreis  (       ) d e fis g a b cis d
3 kreis  (       ) a b cis d e fis gis a
4 kreis  (       ) e fis gis a b cis dis e
5 kreis  (       ) b cis dis e fis gis ais b
6 kreis  (       ) fis gis ais b cis dis eis fis

 

Tangga Nada Mayor selain di kreis (       ) dapat juga di mol  (       ) dan polanya juga berbeda, yaitu pada nada ke empat (fa) dijadikan nada dasar/pertama ( do ) dan nada ke empat juga yang di turunkan setengah nada ( mol ) dengan menambahkan akhiran es/s. Dalam hal ini, jarak nada setelah di mol tidak berubah sama seperti pada tangga nada Natural ( do = c ).

1      maka do = f, berikut polanya

f           g           a         bes          c           d           e           f

 

1             1           ½        1           1            1          ½

Tangga Nada MINOR

Pada tangga minor, pola dalam mengkromatis adalah tidak sama seperti mengkromatis nada mayor, yaitu nada ke lima pada tangga nada dijadikan nada dasar/pertama dan nada ke dua  dinaikkan setengah nada ( pada tangga nada Minor nada ke lima adalah “mi” sedangkan nada ke duanya adalah “si”) tetapi yang sangat perlu diperhatikan adalah jarak nada. Karena jarak nada dan nada dasar asli pada tangga nada minor sangat berbeda dengan jarak nada dan nada dasar asli / natural pada tangga nada mayor. Nada dasar Mayor asli / natural di mulai dengan nada “Do = C”, sedangkan nada dasar Minor asli dimulai dengan nada “La = A”.

 

Berikut ini adalah mengkromatis tangga nada minor

 

Minor Asli adalah “la = a”

a           b           c1         d1         e1           f1          g1          a2

la         si           do        re         mi         fa         sol          la

6          7            i        2           3            4           5           6

 

1          ½        1            1           ½        1           1

 

1       maka, La = E

  

e1           f1          g1          a2           b2         c2        dis2             e2

            la          si          do         re           mi         fa        sol          la

 

1          ½        1            1           ½        1           1

 

Berikut tabel Tangga nada MINOR yang di kromatik menggunakan Kreis (       ).

 

Nada Minor Asli a b c d e f g a1
La Si Do Re Mi Fa Sol La
6 7 1’ 2’ 3’ 4’ 5’ 6’
1 kreis  (       ) e fis g a b c d e
2 kreis  (       ) b cis d e fis g a b
3 kreis  (       ) fis gis a b cis d e fis
4 kreis  (       ) cis dis e fis gis a b c
5 kreis  (       ) gis ais b cis dis e fis gis
6 kreis  (       ) dis eis fis gis ais b cis dis

 

Dalam merubah tangga nada Minor asli menggunakan kromatik mol (      ) polanya berbeda, yaitu pada nada ke empat (re) dijadikan nada dasar/pertama ( la ) dan nada ke enam diturunkan setengah nada ( mol ) dengan menambahkan akhiran es/s. Dalam hal ini, jarak nada setelah di mol tidak berubah sama seperti pada tangga nada Minor asli ( la = a )

1      maka La = d, berikut polanya

d           e           f           g           a          bes         c           d

 

1          ½        1            1           ½        1           1

RANGKUMAN

 

  1. Seni Musik adalah ungkapan jiwa baik cipta rasa dan karsa yang diungkapkan melalui suatu media musik
  2. Musik menurut jenisnya terbagi dalam tiga bentuk ; musik tradisional, musik klasik, musik modern.
  3. Media dasar Seni Musik adalah ; Timbre, Ritme, Nada.
  4. Instrumen musik terbagi menjadi 5 jenis ; Idiofon, Membranofon, Kordofon, Aerofon, Elektrofon.
  5. Jenis – jenis suara manusia
SOPRAN : Suara tinggi wanita, dari C1 hingga A2
MEZO SOPRAN : Suara sedang wanita, dari A hingga F2
ALTO : Suara rendah wanita, dari F hingga D2
 
TENOR : Suara tinggi pria, dari C hingga A1
BARITON : Suara sedang pria, dari A hingga F1
BAS : Suara rendah pria, dari F hingga D1

 

EVALUASI

 

  1. Buatlah Tangga nada kromatis mol dari nada minor asli.
  2. Sebut dan jelaskan secara singkat bentuk tanda kromatis !
  3. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis instrument!
  4. Tuliskan nada-nada yang di kreis pada tangga nada MAYOR !
  5. Tuliskan nada-nada yang di kreis pada tangga nada NINOR !

 

 

EVALUASI KELOMPOK

Mencari lagu-lagu yang di buat berdasarkan tangga nada Mayor dan Minor jumlah minimal 10 lagu.

Kelompok terdiri dari 3 – 4 orang.

 

BAB II

BERKARYA SENI MUSIK

 

Unsur Dasar Musik

Pada BAB I kita telah mempelajari tentang ritme, nada dan timbre. Berikut kira akan mempelajari lebih dalam lagi tentang dasar musik. Seperti kita ketahui bawa Nada adalah ber sifa auditif ( terdengar) sedangkan Not bersifat visual ( yang terlihat). Para nada adalah tempat not ( biasa disebut not balok ). Para nada terdiri dari; tanda kunci, garis, spasi, garis bantu dan spasi bantu, garis birama dan garis penutup. Berikut secara singkat kita ulas kembali materi yang kita telah pelajari.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

AKOR

Akor adalah tiga nada/not (trinada) atau lebih yang masing-masing berjarak terts (interval berseling 1 nada) untuk mengharmonisasikan/mengiringi melodi/lagu. Posisinya pada paranada atau instrument musik dapat diubah sesuai dengan tinggi rendahnya wilayah nada penyanyi, tanpa mengubah harmoni akornya (jarak nada-nada yang bersangkutan).

 

INTERVAL

Interval adalah jarak antara dua buah not.

 

Interval Not   Nama Jenis Jarak
1 C  –  C : Prime Murni 0
2 C  –  D : Sekon Mayor 1
3 C  –  E : Terts Mayor 2
4 C  –  F : Kwart Murni 2 ½
5 C  –  G : Kwint Murni 3 ½
6 C  –  A : Sekt Mayor 4 ½
7 C  –  B : Septim Mayor 5 ½
8 C  –  C1 : Oktaf Murni 6

 

Jenis Akor

Jenis Akor dapat diketahui melalui harmoni bunyi (berdasarkan pendengaran) dan perbedaan jarak tertsnya (berdasarkan teori) dengan teori sebagai berikut :

 

Jarak Tets  1 2 1 ½ 1 ½ 2
Tets  2 1 ½ 2 1 ½ 2
Jenis Akor Mayor Minor Diminis Augmented

 

Tingkatan Akor Mayor

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berikut cara menentukan akor Mayor dan minor.

Yang perlu perhatian adalah jarak nada dan tangga nada yang dipakai, coba kita urai menggunakan Tangga nada mayor “do = C”:

 

c          d          e         f          g         a        b          c1

do         re          mi         fa         sol         la         si           do  

1            2           3           4           5           6           7            i

 

1             1           ½        1           1            1          ½

 

Pada akor C, not nya adalah c – e – g, mengapa Mayor? Jarak nada “c ke e” = 2 (terts ke 1), dan jarak nada “e ke g”= 1 ½ (terts ke 2).

Sehingga didapat rangkaian akor Mayor yaitu : C – F – G. Untuk terts lihat pada tabel jenis akor. Metode ini berlaku pada Tangga nada Mayor maupun Tangga nada Minor asli.

 

Mari kita lihat contoh lain menggunakan Tangga nada “do = D” ( 2 kreis) berikut uraiannya

 

d          e        fis         g         a         b       cis        d1

do         re          mi         fa         sol         la         si           do 

1            2           3           4           5           6           7            i

 

1             1           ½        1           1            1          ½

 

Pada akor D mayor didapat rangkaian akor mayor adalah D – G – A, rangkaian tersebut didapat dengan pola yang sama seperti di atas ( akor C ).

 

Sehingga dapat disimpulkan “pada tangga nada mayor dalam menentukan rangkaian akor mayor adalah dengan pola : Tingkat ke I nada ke IV dan nada ke V”.

 

Untuk pembuktian akor dapat di lakukan menggunakan alat musik yang ber_akor. Contohnya : gitar, organ / keyboard, dsb.

 

Dalam rangkaian akor pada tangga nada minor apakah sama polanya dengan akor tangga nada mayor ?

 

Untuk menjawab pertanyaan tersebut kita perlu membuat tingkatan akor Minor.

 

Tingkatan Akor Minor

Tangga nada yang digunakan adalah tangga nada minor asli

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berikut ini tangga nada mayor dan minor yang telah kita buat terdahulu.

 

Tangga Nada Mayor Tangga Nada Minor
NATURAL / ASLI ASLI
Tingkat I II III IV V VI VII I II III IV V VI VII
c d e f g a b c’ a b c d e f g a1
1 kreis g a b c d e fis’ g” e fis g a b c d e
2 kreis d e fis g a b cis d b cis d e fis g a b
3 kreis a b cis d e fis gis a fis gis a b cis d e fis
4 kreis e fis gis a b cis dis e cis dis e fis gis a b c
5 kreis b cis dis e fis gis ais b gis ais b cis dis e fis gis
6 kreis fis gis ais b cis dis eis fis dis eis fis gis ais b cis dis

 

Seperti yang sudah kita buat yaitu rangkaian akor mayor C = do adalah C – F – G. Dimana letaknya pada tingkatan I, IV dan V, ini berlaku juga pada minor, dalam persamaan akor.

Jika pada tangga nada Mayor kita menggunakan yang Natural (C=do) maka pada tangga nada Minor kita juga menggunakan yang Asli (A=la). Sehingga didapatkan suatu persamaan akor.

Jika C = Am ; maka untuk tingkatan akornya adalah sama dan akan mendapatkan persamaan tingkatan akor sebagai berikut :

 

Tangga Nada Mayor Tangga Nada Minor
MAYOR NATURAL / ASLI MINOR ASLI
Tingkat I II III IV V VI VII I II III IV V VI VII
c f g a d e  
1 kreis g c d e a b
2 kreis d g a b e fis
3 kreis a d e fis b cis
4 kreis e a b cis fis gis
5 kreis b e fis gis cis dis
6 kreis fis b cis dis gis ais
  • Membacanya : jika suatu lagu menggunakan akor C = do maka rangkaian akornya adalah : C – F – G – Am – Dm – E/Em dan seterusnya ( lihat tabel ) ; Jika suatu lagu menggunakan akor minor Am = la maka rangkaian akornya adalah : Am – Dm – E/Em – C – F – G. Memang tidaklah selalu suatu lagu menggunakan rangkaian akor tersebut secara berurutan. Misalnya dari akor C ke F, bisa saja dari C ke Am dsb, tetapi perlu diingat bahwa rangkaian akor tersebut baku digunakan untuk membuat suatu lagu, artinya dalam satu lagu pasti menggunakan 6 akor baku/pokok.

 

Unsur Ekspresi Seni Musik

 

  1. Tempo

Tempo adalah kecepatan lagu atau karya musik menurut ukuran pulsa (ketukan) tertentu. Tempo juga menentukan ekspresi lagu. Alat untuk mengukur tempo adalah metronome. Tempo terbagi menjadi 2 yaitu

  1. Tempo Tetap

Tempo tetap merupakan tempo yang tetap sepanjang  lagu, kecuali ada tempo bergerak. Metronom memiliki ketetapan tempo. Namun, ekspresi dalam musik tidak selalu berdasarkan pada tempo yang tetap.

Tempo Tanda Tempo MM. (pulsa/menit) Perkiraan
Lambat Largo

Lento

Andagio40 – 60

60 – 66

66 – 76Lambat dan Berat

Lambat

TenangSedangAndante

Moderato76 – 108

108 – 120Langkah jalan santai

Langkah jalan biasaCepatAllegro

Vivace

Presto120 – 160

160 – 184

184 – 208Langkah jalan cepat

Cepat

Sangat cepat

 

  1. Tempo bergerak

Tempo bergerak adalah tempo yang berubah mengikuti ekspresi lagu. Tanda tempo ditulis pada bagian lagu atau karya musik. Berikut tanda tempo bergerak :

accel.         = accelerando  = tempo semakin cepat

  1. = ritardando    = tempo semakin lambat

= fermata         = durasi not atau tanda diam diperpanjang

karena pulsa ditahan sejenak, sesuai kehendak

Conductor/dirigen.

  1. Dinamik

Dinamik adalah keras lirihnya lagu menurut ukuran intensitas tertentu. Dinamik menentukan ekspresi lagu,tandanya ditulis di atas bagian lagu yang dimaksud.

 

Tingkat Dinamik

Tanda Dibaca Artinya Tanda Dibaca Artinya
pp pianissimo Sangat lirih mf Mezzo forte Agak keras
p Piano Lirih f Forte Keras
mp Mezzo piano Agak lirih ff Fortissimo Sangat keras

 

Dinamik Bergerak

Dinamik bergerak adalah dinamik yang berubah mengikuti ekspresi lagu. Tandanya ditulis di atas bagian lagu yang dimaksud.

Tanda Dibaca Artinya
cresendo Suara semakin lama semakin keras
decresendo Suara semakin lama semakin lirih
Calando Berkurang volume suara dan kecepatan
Subito p Tiba-tiba lirih
Subito f Tiba-tiba keras

Untuk lebih memahami, sebaiknya dengarkanlah lagu-lagu klasik dari jaman romantic. Misalnya L.V. Beethoven, Mozart.

 

TIPS dan TRIK menghafal Not Balok

Mungkin selama ini kita masih sulit dalam memahami not balok, dari kita sekolah dasar hingga perguruan tinggi not balok menjadi sesuatu yang menakutkan. Mari kita lihat trips menghafal secara cepat not yang berada pada garis paranada.

 

  1. langkah pertama kita harus sudah tahu letak titi nada

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. yang berikutnya, kita coba hilangkan sebagian titi nada untuk memudahkan dalam mengingat letak maupun nadanya, sehingga kita dapatkan kata FACE

 

 

 

 

 

 

Sehingga secara otomatis jika kita sudah mengetahui letak dan nama not-not tersebut maka dalam hal menghafal letak dan nama not balok sangatlah mudah.

 

Cara meletakkan Tanda Kromatis pada garis para nada

  1. kita harus mengetahui terlebih dahulu titinada yang di kromatis (bisa kita lihat pada tabel tangga nada Mayor atau minor yang di kromatis).

1         adalah Do = G ; maka not yang dinaikkan adalah “F” menjadi “Fis”

 

 

 

 

 

 

Perhatikan nada yang dinaikkan, terdapat tanda kreis di depannya. Dan tanda tersebut akan berpindah dan di tempatkan di depan tanda kunci.

 

 

 

 

 

 

  1. Setelah meletakkan tanda kreis pertama maka selanjutnya pada kreis ke dua sama seperti yang dilakukan pada langkah pertama, tanpa menghilangkan tanda kreis yang pertama. Yang perlu diingat adalah pola dalam mengkromatis tangga nada Mayor.

2         adalah Do = D ; not yang dinaikkan adalah “C” menjadi“Cis” maka tanda kreis diletakkan di depan tanda kunci.

 

 

 

 

 

 

 

 

RANGKUMAN

 

  1. Akor adalah tiga nada/not (trinada) atau lebih yang masing-masing berjarak terts (interval berseling 1 nada) untuk mengharmonisasikan/mengiringi melodi/lagu.
  2. Tempo adalah kecepatan lagu atau karya musik menurut ukuran pulsa (ketukan) tertentu.
  3. Notasi atau biasa disebut Not terdiri dari 3 yaitu; Notasi Angka (1 2 3 4 5 6 7), Notasi Huruf (c d e f g a b) dan Notasi Balok. (digambar pada suatu garis para nada)
  4. Dinamik adalah keras lirihnya lagu menurut ukuran intensitas tertentu.
  5. Alat untuk mengukur tempo adalah metronome.
  6. Berikut ini adalah yang dinamakan Terts ( lihat tabel jenis akor )

 

 

 

 

 

 

 

 

EVALUASI

 

  1. Buatlah kromatis mol tangga nada Mayor dan Minor !
  2. Buatlah persamaan akor dari

Do = F       ;           la = d, D minor

Do = Bes   ;           la = g, G minor

Do = Es     ;           la = c, C minor

Do = Des   ;           la = f, F minor

Do = Ges   ;           la = bes, Bes minor

Do = Ces   ;           la = es, Es minor

BAB III

TEKNIK VOKAL

 

SUARA

Suara adalah materi atau warna suara yang pada tiap-tiap orang berbeda. Warna suara tiap-tiap orang secara garis besar dipengaruhi oleh kualitas dan tinggi rendah wilayah nada suaranya. Untuk jenis suara yang dimaksud lihat pada BAB II.

 

TEKNIK

Pernafasan dan Frasering

Dalam teknik vocal ada tiga macam pernafasan yaitu:

  1. Pernafasan Dada.
  2. Pernafasan Perut
  3. Pernafasan Diafragma

Pernafasan paling baik dalam bernyanyi adalah pernafasan diafragma. Agar dapat menyanyi dengan baik, diperlukan latihanpernafasan. Lakukanlah latihan pernafasan seperti berikut ini :

  • Berdiri tegap dengan kedua kaki sedikit terbuka, kedua lengan menggantung di samping. Usahakan dan rasakan seluruh anggota badan dalam keadaan santai.
  • Hiruplah nafas perlahan-lahan melalui hidung seraya mengangkat kedua lengan kesamping hingga sejajar dengan bahu.
  • Tahan nafas sebentar sambil berusaha menghilangkan ketegangan dibagian leher (jika ada) dengan menggerak-gerakkan kepala keberbagai arah.
  • Sambil menurunkan lengan, hembuskan nafas sehemat mungkin melalui mulut dengan suara sss atau fff agar dapat diketahui merata atau tidak. Usahakan agar gerak tangan yang menurun dan suara desis dapat habis bersamaan sewaktu mencapai sisi badan. Sehingga, dapat diperkirakan panjang pendeknya nafas yang nantinya berguna dalam frasering.
  • Latihan dilanjutkan tanpa menggerakkan lengan dengan suara a, i, u, e, o. Gunakan nada segang setelah itu gunakan nada yang semakin tinggi.

Frasering adalah pengambilan nafas pada bagian-bagian yang tepat, sesuai dengan pembagian frase atau kalimat lagu.

 

Pembentukan Suara

Pembentukan suara adalah usaha untuk membentuk suara yang baik dengan cara melatih alat-alat suara agar dapat berfungsi semaksimal mungkin. Untuk mendapatkan suara yang baik ( untuk vocal dan drama ) diperlukan latihan sebagai berikut.

  • Latihan rahang bawah

Dalam keadaan yang santai, rahang digerakkan kebawah sejauh mungkin dan digerakkan ke kiri dan ke kanan. Ucapkan : pa pa pa pa, ba ba ba ba, ma ma ma ma, wa wa wa wa, ya ya ya ya, dalam tempo yang agak cepat.

  • Latihan Bibir

v  Rahang bawah/gigi terkatup, bibir ditarik kesamping lalu kerucutkan ke depan.

v  Mulut terbuka, kedua bibir dilipat ke dalam diantara gigi seri atas dan bawah.

v  Buatlah suara brrr (deru mobil) sepanjang mungkin.

v  Buatlah posisi A, I, U, E, O. bergantian dengan atau tanpa suara.

  • Latihan lidah

v  Julurkan lidah sepanjang mungkin dengan ujungnya terkait pada gigi seri atas atau bawah bergantian.

v  Lidah dijulurkan lalu digerakkan kekiri dan kekanan ke atas dan ke bawah.

v  Lidah dijulurkan, secara bergantian ditegangkan dan dilemaskan.

  • Latihan langit-langit lunak

Posisikan rongga mulut siap mengucapkan b dan m, d dan n, k dan ng secara bergantian dalam keadaan mulut tertutup.

  • Latihan suara/vokalisasi.

v  Menyanyikan berbagai tingkatan tangga nada. Dimulai dari tangganada bernada sedang, makin rendah lalu makin tinggi.

v  Menyanyikan berbagai variasi interval dengan solmisasinya.

v  Latihan diiringi instrument musik harmonis.

v  Usahakan suara yang terbentuk mengandung resonan.

 

Pengucapan

Pengucapan yang tepat dan baik selain memberikan pengertian yang jelas, juga membantu terciptanya kemerduan dan kejernihan suara. Kurang jelasnya pengucapan dapat disebabkan karena kurang supelnya alat pengucap terhadap berbagai bunyi konsonan dan vocal yang ada.

 

PADUAN SUARA dan VOKAL GRUP

 

Paduan suara adalah himpunan suara dari sejumlah penyanyi yang dikelompokkan menurut jenis suaranya dengan aturan-aturan tertentu. Sikap atau gaya menyanyi pada paduan suara tidak sebebas seperti dalam vocal grup. Paduan suara dalam mengekpresikan lagu yang dibawakan, yang diperbolehkan adalah gerak atau mimic wajah, anggota badan yang lain tetap diam dalam posisi tegap tapi tidak kaku. Instrumen pengiring biasanya piano atau organ.

Vokal grup lebih bebas dan fleksibel, baik dari segi komposisi atau aransemen, formasi penyanyi, maupun gaya/gerakan ekspresi. Jumlah penyanyi relative lebih sedikit. Instrument pengiring lebih bervariasi.

 

Faktor-Faktor Dalam Pembentukan Paduan Suara

v  Warna Suara

Dalam membentuk paduan suara atau vocal grup, penyusunan kelompok pertama-tama haruslah berdasarkan warna suara. Kemampuan menjangkau nada-nada tinggi atau rendah menjadi pertimbangan kedua.

v  Keseimbangan suara / Balance

Besar kecilnya paduan suara atau vocal grup yang direncanakan harus tetap memperhatikan keseimbangan kekuatan suara tiap kelompok. Jadi jumlah penyanyi antara tiap-tiap kelompok harus berimbang dengan catatan masing-masing memiliki takaran dinamik yang sama.

v  Kepaduan Suara / Blending

Tiap kelompok (sopran, alto, tenor, bas) harus merupakan suatu unit dengan suara yang padu-bulat-menyatu (blend). Tidak boleh ada satu suara pun yang menonjol sendirian.

 

Berita SD Xaverius Karya Karya Guru SD Xaverius Metro

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan