Masa Awal Berdirinya SD Xaverius Metro

1609 views

Pada tahun 1938 sekolah misi dibuka, Pastor dibantu beberapa umat setempat memulai karyanya dibidang pendidikan. Mereka yang membantu diantaranya Bapak PC. Suhardi (alm), Bapak RG. Sutadi (alm) yang waktu itu disebut juga sebagai bapak guru. Beliau memperjuangkan sekolah tersebut mengajar dan mendidik murid yang ada. Memang bila dilihat dari usia, mereka tidak pantas disebut sebagai murid. Namun itulah ungkapan pengalaman yang diungkapkan oleh para perintis sekolah ini.

Tahun demi tahun sekolah ini dapat berkembang dan berjalan dengan baik dan menggembirakan. Hal ini dapat dilihat dari masuknya dari beberapa tenaga guru diantaranya Bapak RF. Subandi (alm), Bapak Sudar (alm) dan Ibu Filisitas yang mengajar di sekolah ini.

Bulan maret 1942 dengan masuknya Jepang ke Indonesia membawa dampak kurang baik bagi daerah metro khususnya, sekolah misi ditutup dan para pastor dan para suster diintenir oleh Jepang. Para misionaris yang diintenir oleh Jepang antara lain pastor Nellen, pastor Born, dan pastor Van Eik, sedang susternya yaitu Sr. Rufina dan Sr. Ana.

Jepang dengan misinya yang kejam mewajibkan agar sekolah-sekolah negri yang sudah dibuka menggunakan bahasa Jepang sebagai bahasa pengantar dalam kegiatan pembelajaran. Bagi guru diwajibkan ikut kursus bahasa Jepang di Tanjung Karang dan kemudian diangkat menjadi guru sekolah Jepang dengan demikian sekolah misi untuk sementara ditutup.

Bulan Agustus 1945 dengan menyerahnya Jepang kepada sekutu, memberikan angin segar bagi rakyat Indonesia. Sekutu memberi kebebasan sementara bagi rakyat dan Jepang harus angkat kaki dari Indonesia, sementara sekolah Jepang diambil alih oleh pemerintah Indonesia. Pada tahun 1946 sekolah misi dibuka kembali yang pada beberapa waktu lalu ditutup. Adapun lokasi sekolah tersebut berhadapan dengan gedung gereja sekarang. Guru yang mengajar yaitu Ibu Suharti dan Bapak Y.Nasen (alm) sebagai dengan imbalan Rp 15,00 perbulan. Anak-anak katolik secara khusus mendapat pembinaan iman.

Perjuangan bangsa Indonesia menghadapi penjajah belum berakhir, tahun 1949 terjadi agresi militer II tentara NICA datang ke Indonesia. Bagi misionaris kesempatan ini digunakan untuk memasuki wilayah Indonesia, termasuk pastor Burenn (alm) yang datang ke Metro. Tetapi karena kondisi masyarakat Indonesia yang belum tenang, pastor tidak dapat bergerak bebas menjalankan perutusannya.

Pada tahun 1951 pastor Tromp meneruskan kembali karya pendidikan yang telah dirintis para pendahulu walaupun dalam suasana tidak tenang. Adapun bangunan sekolah terletak dekat makam umat katolik sekarang, dan gedungnya merupakan hasil pembelian dari salah satu rumah penduduk, serta gedung balai paroki lama dipinjam untuk ruang belajar.

Sejarah Awal SD Xaverius Metro Sejarah SD Xaverius Metro

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    1. author
      lucia desta rahayu6 tahun agoBalas

      Semoga SD Xaverius metro tetap jaya..

      • author
        Indri Prasetyo (Penulis)6 tahun agoBalas

        Amin Bu Lucia Desta

    Tinggalkan pesan