Masa Perintisan SD Xaverius Metro

947 views

Metro merupakan desa kecil, tepatnya berada di wilayah Keresidenan Lampung bagian dari Propinsi Sumatra Selatan. Dimasa pemerintahan Belanda, Metro merupakan  lahan  yang sangat cocok untuk pengembangan areal pertanian maupun perkebunan.

Pada tahun 1937 melaksanakan program  kolonisasi (transmigrasi) penduduk Jawa ke Lampung. Mereka disediakan rumah-rumah sederhana yang terbuat dari kayu, papan dan geribik berbentuk bedeng (rumah sangat panjang yang dapat menampung beberapa keluarga). Sedang untuk bahan makanan sementara mereka ditanggung oleh pemerintah. Mereka mendapat bagian secara cuma-cuma selama kurang lebih satu musim panen  kira-kira 4-6 bulan.

Untuk menunjang kegiatan pertanian  maupun perkebunan pemerintah Belanda membuka hutan, membuat jalan serta irigasi, salah satu peninggalannya yaitu bendungan Argoguruh di Tegineneng yang masih dimanfaatkan sampai saat ini. Dari pengalaman beberapa kolonisasi diantaranya Bapak Yohanes Martodimeja (alm) dan Bapak  Martopawiro yang tinggal di Yosodadi, menceritakan bahwa setiap KK wajib ikut kerja gotong royong membuat saluran irigasi dari tegineneng sampai metro secara bergiliran.

Diantara para kolonisasi yang berasal dari Jawa, banyak juga orang-orang yang beragama Katolik dari Jawa Tengah maupun dari Yogyakarta. Dalam pelayanan  iman  mereka dilayani oleh pastor-pastor SCJ. Dengan pengalaman pelayanan iman para imam  merasa tersentuh dan ingin berbuat  yang terbaik kepada umatnya. Betapa jauh ketinggalan mereka dibidang pendidikan.

Para misionaris (biarawan dan biarawati) menyadari betapa pentingnya pendidikan suatu bangsa, karena akan membawa warna serta perkembangan sosial yang sangat berpengaruh dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu para misionaris dengan rela meninggalkan negaranya untuk membawa warta penyelamatan lewat tugas perutusan yang mereka yakini. Melalui karya pendidikan mereka akan menggarap lahan yang subur untuk menyampaikan kabar gembira dan mengangkat masyarakat Indonesia dari ketinggalan bangsa lain.

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan